"ISLAM KAN TETAP DIJULANG WALAUPUN IA DITENTANG..ITULAH JANJI ALLAH"

Popular Posts

Thursday, April 7, 2011

Melamar Gadis yang baik

Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, diantaranya :

1. Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang suami pun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya. Selain itu, ia juga harus berusaha menjaga keridhaan suaminya, mengerjakan apa yang disukai suaminya, menjadikan suaminya merasa tentram hidup dengannya, senang berbincang dan berbagi kasih sayang dengannya. Dan hal itu jelas sejalan dengan firman Allah Ta’ala,
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan saying. (ar-Ruum:21) .

2. Disunahkan pula agar wanita yang dilamar itu seorang yang banyak memberikan keturunan, karena ketenangan, kebahagiaan dan keharmonisan keluarga akan terwujud dengan lahirnya anak-anak yang menjadi harapan setiap pasangan suami-istri. Berkenaan dengan hal tersebut, Allah Ta’ala berfirman
, Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa’. (al-Furqan:74) .
Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
Menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak. Demikian hadist yang diriwayatkan Abu Daud, Nasa’I, al-Hakim, dan ia mengatakan, Hadits tersebut sanadnya shahih.

3. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu seorang yang masih gadis dan masih muda. Hal itu sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Shahihain dan juga kiab-kitab lainnya dari hadits Jabir, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bertanya kepadanya,
Apakah kamu menikahi seorang gadis atau janda? dia menjawab,”Seorang janda.”Lalu beliau bersabda, Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat mencumbuimu? . Karena seorang gadis akan mengantarkan pada tujian pernikahan. Selain itu seorang gadis juga akan lebih menyenangkan dan membahagiakan, lebih menarik untuk dinikmati akan berperilaku lebih menyenangkan, lebih indah dan lebih menarik untuk dipandang, lebih lembut untuk disentuh dan lebih mudah bagi suaminya untuk membentuk dan membimbing akhlaknya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri telah bersabda, Hendaklah kalian menikahi wanita-wanita muda, karena mereka mempunyai mulut yang lebih segar, mempunyai rahim yang lebih subur dan mempunyai cumbuan yang lebih menghangatkan. Demikian hadits yang diriwayatkan asy-Syirazi, dari Basyrah bin Ashim dari ayah nya, dari kakeknya. Dalam kitab Shahih al_Jami’ ash_Shaghir, al-Albani mengatakan, “Hadits ini shahih.”

4. Dianjurkan untuk tidak menikahi wanita yang masih termasuk keluarga dekat, karena Imam Syafi’I pernah mengatakan, “Jika seseorang menikahi wanita dari kalangan keluarganya sendiri, maka kemungkinan besar anaknnya mempunyai daya piker yang lemah.”

5. Disunahkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita yang mempunyai silsilah keturunan yang jelas dan terhormat, karena hal itu akan berpengaruh pada dirinya dan juga anak keturunannnya. Berkenaan dengan hal tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscahya kamu beruntung. (HR. Bukhari, Muslim dan juga yang lainnya).

6. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu taat beragama dan berakhlak mulia. Karena ketaatan menjalankan agama dan akhlaknya yang mulia akan menjadikannya pembantu bagi suaminya dalam menjalankan agamanya, sekaligus akan menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya, akan dapat bergaul dengan keluarga suaminya. Selain itu ia juga akan senantiasa mentaati suaminya jika ia akan menyuruh, ridha dan lapang dada jika suaminya memberi, serta menyenangkan suaminya berhubungan atau melihatnnya. Wanita yang demikian adalah seperti yang difirmankan Allah Ta’ala,
“Sebab itu, maka wanita-wanita yang shahih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminyatidak berada di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka”. (an-Nisa:34) .
Sedangkan dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatannya adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim, Nasa’I dan Ibnu Majah).

7. Selain itu, hendaklah wanita yang akan dinikahi adalah seorang yang cantik, karena kecantikan akan menjadi dambaan setiap insan dan selalu diinginkan oleh setiap orang yang akan menikah, dan kecantikan itu pula yang akan membantu menjaga kesucian dan kehormatan. Dan hal itu telah disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits tentang hal-hal yang disukai dari kaum wanita. Kecantikan itu bersifat relatif. Setiap orang mempunyai gambaran tersendiri tentang kecantikan ini sesuai dengan selera dan keinginannya. Sebagian orang ada yang melihat bahwa kecantikan itu terletak pada wanita yang pendek, sementara sebagian yang lain memandang ada pada wanita yang tinggi. Sedangkan sebagian lainnya memandang kecantikan terletak pada warna kulit, baik coklat, putih, kuning dan sebagainya. Sebagian lain memandang bahwa kecantikan itu terletak pada keindahan suara dan kelembutan ucapannya. Demikianlah, yang jelas disunahkan bagi setiap orang untuk menikahi wanita yang ia anggap cantik sehingga ia tidak tertarik dan tergoda pada wanita lain, sehingga tercapailah tujuan pernikahan, yaitu kesucian dan kehormatan bagi tiap-tiap pasangan.

sumber : facebook

READ MORE- Melamar Gadis yang baik

jenis cantik

Fitrah manusia menyukai kecantikan dan inginkan kecantikan. Cantik itu adalah anugerah. Namun, percaya atau tidak, cantik itu juga sebenarnya merupakan satu ujian. Tetapi perlu diingat bahawa cantik itu adalah amat subjektif.
Barangkali ada yang memiliki wajah cerah dan licin tetapi tidak nampak seri, barangkali ada pula yang gelap dan biasa sahaja tetapi begitu manis dipandang.
Cahaya iman mungkin?
Berbalik kepada tajuk. Cantik adalah ujian. Mengapa begitu?
Cantik sebagai anugerah
1. Meningkatkan rasa syukur
2. Keyakinan diri tinggi
3. Sedap mata memandang
4. Maintanance rendah (sepatutnya)
5. Apabila dikecapi apabila sebelumnya biasa-biasa
Si cantik yang mempunyai wajah licin bersih, pastinya akan bersyukur kerana tidak perlu berat kepala memikirkan bagaimana untuk mengatasi masalah kulit sekaligus mengurangkan kos perawatan muka dan sebagainya. Begitu juga akan membolehkan si cantik yakin melangkah.
Dan paling boleh dianggap sebagai anugerah sekiranya mereka yang boleh dianggap biasa sahaja sebelum ini, kini dianugerahkan dengan rupa paras menarik. Pasti ramai yang mula tertarik.
Cantik sebagai ujian
1. Dijadikan bahan komersial
2. Disayangi hanya kerana rupa
3. Menimbulkan riak dalam hati
4. Apabila nikmat cantik ditarik sekelip mata
Si cantik biasanya menjadi pilihan untuk melariskan pelbagai produk di pasaran. Tidak kira bagi pengiklanan produk kecantikan, produk kesihatan hatta produk deodorant lelaki pun menggunakan si cantik sebagai pelaris, tidak semena-mena sahaja deodorant itu perlu diedarkan oleh si cantik sebelum sampai ke tangan si lelaki pemakainya.
Pakaian? Peluk cium usah kira, penambah saham dosa. Oh, tiada kerja!
Si cantik juga seringkali menjadi mangsa jerat cinta si jejaka yang mementingkan rupasemata-mata. Apabila cantik itu hilang, maka hilanglah cinta Sang Pencinta juga. Bukankah itu juga satu ujian? Lebih baiklah mereka yang sederhana paras rupa, yang diyakini disayangi bukan kerana rupa semata-mata.
Riak pula? Seringkali wujud rasa iri hati di kalangan sesetengah individu yang berasa kurang senang dengan kecantikan yang dimiliki orang lain, dan seringkali juga wujud segelintir si cantik rupa yang memandang rendah pada yang lain hanya kerana mereka memiliki aset wajah menarik.
Apa pun, ujian terbesar ialah apabila kecantikan itu ditarik dan hilang sekelip mata. Hilanglah keyakinan diri, hilanglah semangat, dan tidak mustahil hilanglah sebahagian besar mereka yang seringkali menjadi pendamping selama ini.
Kesimpulannya, bersyukurlah dengan apa yang ada kerana semuanya tidak kekal selamanya.

READ MORE- jenis cantik

Bukan Tempat Mencari Jantan



“Hasrizal!” pensyarah memanggil nama saya.

“Ya, saya!”

“Munawwar!” beliau terus mencatat kedatangan.

“Ya, saya,” balasa teman saya di sebelah.


Sudah menjadi rutin, di awal kelas, Dr. Mustafa Abu Zaid akan mencatat kehadiran pelajar. Satu demi satu nama dipanggil. Inilah bagusnya sistem di Jordan, kehadiran ke kelas adalah wajib. Enam atau empat kali ponteng, akan ‘diharamkan’ masuk ke kelas.


Malas macam mana sekalipun, sistem pengajian di Jordan akan memaksa pelajar supaya lebih berdisiplin. Mana mungkin boleh menjadi thalib al-ilm, jika proses pengajian di kelas jadi sampingan.

Semester ini kami mengambil subjek Aqidah III bersama Dr. Mustafa Abu Zaid.


GANGGUAN

Tiba-tiba, “PANGGG!” teperanjat kami sekelas dibuatnya. Dr. Mustafa Abu Zaid menghempas failnya di atas meja.


“Siapa yang pakai minyak wangi tadi?”
 bentak beliau.


Rupa-rupanya ada dua orang pelajar perempuan yang baru masuk ke kelas. Mereka memakai minyak wangi yang agak kuat baunya hingga dikesan Dr. Mustafa.


“Allah! Habislah kita hari ni,”
 bisik saya kepada Munawwar di sebelah.


Memang menjadi suatu pantang yang amat sangat bagi Dr. Mustafa Abu Zaid jika ada pelajar perempuan yang bertabarruj (berhias) ke kelas. 


Apatah lagi minyak wangi, oleh pelajar Syariah.

Beliau memetik hadis Nabi SAW yang bermaksud:

“Apabila seorang perempuan memakai minyak wangi dan kemudian melintasi sekumpulan manusia dengan maksud untuk mereka itu menghidu wanginya, maka perempuan itu adalah penzina. Dan setiap mata itu adalah penzina jua.” (Hadis riwayat al-Nasa’ie, Ibn Khuzaimah dan Ibn Hibban)


“Universiti adalah tempat kamu mencari ilmu, bukan mencari jantan. Kalau mahu mencari jantan, berambus ke pasar,” marah benar Dr. Mustafa Abu Zaid pagi itu.


Beliau amat sedih dengan gelagat pelajar di universiti. Jordan, terutamanya di kawasan pedalaman seperti di pekan Mu’tah, umumnya masih terjaga. Apatah lagi universiti kami ini terletak bersebelahan dengan Medan Mu’tah, tempat berlakunya pertempuran tentera Islam hingga menumpahkan darah syuhada seperti Jaafar bin Abi Thalib, Zaid ibn Harithah dan Abdullah ibn Rawahah, radhiallahu ‘anhum ajma’en.


Lantaran itu, kerenah pelajar di universiti amat menyedihkan. Pergaulan bebas dengan pakaian yang menjolok mata, amat mengganggu pemandangan.


“Kuliah Syariah pula diletakkan jauh di belakang. Untuk ke kelas, terpaksa menempuh Fakulti Undang-undang, Sains dan Kejuruteraan. Di rumah hafal satu surah, sampai fakulti, lupa sepuluh surah!”
 bisik saya kepada Munawwar.


“Universiti ini amat buruk kelakuan pelajarnya. Tetapi saya tidak boleh terima jika pelajar Syariah pun sama. Tidak boleh memakai minyak wangi untuk menarik perhatian atau hingga menarik perhatian. Itu perlakuan zina. Kamu balik rumah dan mandi wajib. . . kamu tahu Nabi Muhammad SAW pernah memberi amaran begitu?” Dr. Mustafa meneruskan tegurannya.


Sok. . . sek. . . sok. . . sek!



Kami mendengar bunyi tangisan seorang pelajar perempuan di bahagian belakang kelas. Tidak berani untuk menoleh ke belakang.


“Kalau takut busuk, jaga kebersihan. Bukan dengan berwangi-wangian. Sudah, hari ini tiada kelas. Kita ganti semula kemudian. Saya tidak boleh mengajar dalam keadaan seperti ini. Bersurai semua,”
 tegas Dr. Mustafa.

Aduh! Rugi satu kelas.


“Hah, apa lagi? Bangun!”
 Dr. Mustafa menyergah kami, pelajar lelaki yang masih tercegat di bangku masing-masing.


Sebenarnya, kami terus duduk kerana mahu mengesan siapakah pelajar perempuan yang dimarahi tadi. Tetapi Dr. Mustafa lebih cepat mengecam ‘niat jahat’ kami lalu menghalau semua pelajar lelaki agar terlebih dahulu meninggalkan bilik kuliah. Kami segera bangun hingga ada yang tercicir pen di lantai.


KEBEBASAN

Universiti ialah ‘gelanggang merdeka’ untuk pelajar-pelajar bebas dari peraturan. Tiada lagi ibu bapa, tiada lagi pengawas yang menjadi ‘kaki retot’ di sekolah. Tiada lagi warden untuk menyergah asrama. Kebebasan itulah yang menjahanamkan jati diri kebanyakan pelajar.


Seperti layang-layang yang memutuskan tali. Alasannya mahu terbang tinggi, rupa-rupanya sesat dirempuh taufan sampai jatuh binasa ke bumi.


Hingga ramai yang terlupa bahawa universiti tempat mencari ilmu, bukan jantan bukan betina!


Al-jaami’ah, wa maa adraaka maa al-Jami’ah! (Universiti! Apa yang engkau tahu tentang universiti!)


Sumber:
Dipetik dari Travelog Tarbiah, Rindu Bau Pohon Tin, karya Ustaz Hasrizal Abdul Jamil.

READ MORE- Bukan Tempat Mencari Jantan

formspring.me

READ MORE- formspring.me

Tuesday, April 5, 2011

10 petanda dia jodoh kita

Firman Allah SWT, bermaksud "Jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (Surah Muhammad, ayat 7)
Jodoh adalah perkara yang sudah ditetapkan oleh Allah yang maha Esa. Tetapi bagaimana kita mengetahui dia memang ditakdirkan untuk kita? Allah SWT mengurniakan manusia telinga untuk mendengar, mata untuk melihat dan aka untuk berfikir. Jadi gunakan sebaik-baiknya bagi mengungkapkan rahsia cinta yang ditakdirkan. Dua manusia yang rasa mereka dapat hidup bersama dan memang dijodohkan pasti memiliki ikatan emosi , spiritual dan fizikal antara keduanya. Apabila bersama, masing-masing dapat merasai kemanisan cinta dan saling memerlukan antara satu sama lain. Lalu gerak hati mengatakan, dialah insan yang ditakdirkan untuk bersama. Benarkah ia seperti yang diperkatakan?

Berikut adalah 10 petanda yang menunjukkan dia adalah jodoh kita :
1. Bersahaja
Kekasih kita itu bersikap bersahaja dan tidak berlakon. Cuba perhatikan cara dia berpakaian, cara percakapan, cara ketawa serta cara makan dan minum. Adakah ia spontan dan tidak dikawal ataupun kelihatan pelik. Kalau ia nampak kurang selesa dengan gayanya, sah dia sedang berlakon. Kadang-kadang, kita dapat mengesan yang dia sedang berlakon. Tetapi, apabila dia tampil bersahaja dan tidak dibuat-buat, maka dia adalah calon hidup kita yang sesuai. Jika tidak, dia mungkin bukan jodoh kita.
2. Senang Bersama
Walaupun kita selalu bersamanya, tidak ada sedikit pun perasaan bosan, jemu ataupun tertekan pada diri kita. Semakin hari semakin sayang kepadanya. Kita sentiasa tenang, gembira dan dia menjadi pengubat kedukaan kita. Dia juga merasainya. Rasa senang sekali apabila bersama. Apabila berjauhan, terasa sedikit tekanan dan rasa ingin berjumpa dengannya. Tidak kira siang ataupun malam, ketiadaannya terasa sedikit kehilangan.
3. Terima Kita Seadanya
Apapun kisah silam yang pernah kita lakukan, dia tidak ambil peduli. Mungkin dia tahu perpisahan dengan bekas kekasihnya sebelum ini kita yang mulakan. Dia juga tidak mengambil kisah siapa kita sebelum ini. Yang penting, siapa kita sekarang. Biarpun dia tahu yang kita pernah mempunyai kekasih sebelumnya, dia tidak ambil hati langsung. Yang dia tahu, kita adalah miliknya kini. Dia juga sedia berkongsi kisah silamnya. Tidak perlu menyimpan rahsia apabila dia sudah bersedia menjadi pasangan hidup kita.
4. Sentiasa Jujur
Dia tidak kisah apa yang kita lakukan asalkan tidak menyalahi hukum hakam agama. Sikap jujur yang dipamerkan menarik hati kita. Kejujuran bukan perkara yang boleh dilakonkan. Kita dapat mengesyaki sesuatu apabila dia menipu kita. Selagi kejujuran bertakhta di hatinya, kebahagiaan menjadi milik kita. Apabila berjauhan, kejujuran menjadi faktor paling penting bagi suatu hubungan. Apabila dia tidak jujur, sukar baginya mengelak daripada berlaku curang kepada kita. Apabila dia jujur, semakin hangat lagi hubungan cinta kita. Kejujuran yang disulami dengan kesetiaan membuahkan percintaan yang sejati. Jadi, dialah sebaik-baik pilihan.
5. Percaya Mempercayai
Setiap orang mempunyai rahsia tersendiri. Adakalanya rahsia ini perlu dikongsi supaya dapat mengurangkan beban yang ditanggung. Apabila kita mempunyai rahsia dan ingin memberitahu kekasih, adakah rahsia kita selamat di tangannya? Bagi mereka yang berjodoh, sifat saling percaya mempercayai antara satu sama lain timbul dari dalam hati nurani mereka. Mereka rasa selamat apabila memberitahu rahsia-rahsia kepada kekasihnya berbanding rakan-rakan yang lain. Satu lagi, kita tidak berahsia apa pun kepadanya dan kita pasti rahsia kita selamat. Bukti cinta sejati adalah melalui kepercayaan dan kejujuran. Bahagialah individu yang memperoleh kedua-duanya.
6. Senang Bekerjasama
Bagi kita yang inginkan hubungan cinta berjaya dan kekal dalam jangka masa yang panjang, kita dan dia perlu saling bekerjasama melalui hidup ini. Kita dan kekasih perlu memberi kerjasama melakukan suatu perkara sama ada perkara remeh ataupun sukar. Segala kerja yang dilakukan perlulah ikhlas bagi membantu pasangan dan meringankan tugas masing-masing. Perkara paling penting, kita dan dia dapat melalui semua ini dengan melakukannya bersama-sama. Kita dan dia juga dapat melakukan semuanya tanpa memerlukan orang lain dan kita senang melakukannya bersama. Ini penting kerana ia mempengaruhi kehidupan kita pada masa hadapan. Jika tiada kerjasama, sukar bagi kita hidup bersamanya. Ini kerana, kita yang memikul beban tanggungjawab seratus peratus. Bukankah ini menyusahkan?
7. Memahami Diri Kita
Bagi pasangan yang berjodoh, dia mestilah memahami diri pasangannya. Semasa kita sakit dia bawa ke klinik. Semasa kita berduka, dia menjadi penghibur. Apabila kita mengalami kesusahan, dia menjadi pembantu. Di kala kita sedang berleter, dia menjadi pendengar. Dia selalu bersama kita dalam sebarang situasi. Tidak kira kita sedang gembira ataupun berduka, dia sentiasa ada untuk kita. Dia juga bersedia mengalami pasang surut dalam percintaan. Kata orang, "lidah sendiri lagikan tergigit", inikan pula suami isteri'. Pepatah ini juga sesuai bagi pasangan kekasih. Apabila dia sentiasa bersama kita melalui hidup ini di kala suka dan duka, di saat senang dan susah, dialah calon yang sesuai menjadi pasangan hidup kita.
8. Tampilkan Kelemahan
Tiada siapa yang sempurna di dunia ini. Tipulah jika ada orang yang mengaku dia insan yang sempurna daripada segala sudut. Pasti di kalangan kita memiliki kelemahan dan keburukan tertentu. Bagi dia yang bersedia menjadi teman hidup kita, dia tidak terlalu menyimpan rahsia kelemahannya dan bersedia memberitahu kita. Sudah tentu bukan senang untuk memberitahu dan mengakui kelemahan di hadapan kekasihnya. Malah, dia tidak segan mempamerkan keburukannya kepada kita. Misalnya, apabila dia bangun tidur ataupun sakit dan tidak mandi dua hari, dia tidak menghalang kita daripada melawatnya.Apabila kita dan dia saling menerima kelemahan dan sifat buruk masing-masing, memang ditakdirkan kita hidup bersamanya.
9. Kata Hati
Dengarlah kata hati. Kadangkala, manusia dikurniakan Allah deria keenam yang dapat mengetahui dan memahami perasaan pasangannya. Dengan deria batin ini juga kita dapat saling tahu perasaan masing-masing. Kita dan dia juga dapat membaca fikiran antara satu sama lain dan dapat menduga reaksi dan tindakbalas pada situasi tertentu. Apabila kita yakin dengan pilihan hidup kita, tanyalah sekali lagi. Adakah dia ditakdirkan untuk kita? Dengarlah kata hati dan buatlah pilihan. Serahlah segalanya pada ketentuan yang maha berkuasa.
10. Solat Istikharah dan Tawakkal
Jodoh dan pertemuan semuanya di tangan Allah SWT. Manusia hanya perancang di pentas dunia ini dan skripnya ditulis oleh yang maha esa. Adakalanya, dalam memainkan peranan sebagai pelakon, diberi petunjuk melalui mimpi atau gerak hati. Mimpi memang mainan tidur, tetapi apabila kita melakukan sembahyang Istikharah dan memohon supaya Allah memberikan petunjuk, insya-Allah dengan izinnya kita mendapat petunjukNya. Jika dia pilihan kita, buatlah keputusan sebaiknya. Jika tidak, tolaklah dia dengan baik. Semua yang kita lakukan ini adalah bagi mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia. Setelah semuanya diusahakan, berserahlah kepadaNya dan terus berdoa. Ingatlah, nikmat di dunia ini hanya sementara.Nikmat di akhirat adalah kekal selamanya.

READ MORE- 10 petanda dia jodoh kita

saya tak nak "hot" di dunia sebab takut "hot" diakhirat

Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apa gunanya aku menjadi perhatian lelaki andai murka Allah ada di situ.

Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang.

Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan.

Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi?

Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias peribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah.

Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu.

Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa.

Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.

Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku.
Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita yang lain, dilamar lelaki yang bakal memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah.

Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dibazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk membuat begitu.

Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari redha Illahi.


Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu.

Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.

Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku. Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.

Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya.

Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.

Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya, cukuplah dengan itu hilang harga dirinya di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah.


Yang dicari walau bukan putera raja, biarlah putera Agama.
Yang diimpi, biarlah tak punya rupa, asal sedap dipandang mata.
Yang dinilai, bukan sempurna sifat jasmani, asalkan sihat rohani dan hati.
Yang diharap, bukan jihad pada semangat, asal perjuangannya ada matlamat.
Yang datang, tak perlu rijal yang gemilang, kerana diri ini serikandi dengan silam yang kelam.
Yang dinanti, bukan lamaran dengan permata, cukuplah akad dan janji setia.
Dan yg akan terjadi, andai tak sama dgn kehendak hati, insyaAllah ku redha ketetapan Illahi..

Wahai wanita, ku ingatkan diriku dan dirimu, peliharalah diri dan jagalah kesucian.. semoga redha Allah akan sentiasa mengiringi dan memberkati perjalanan hidup ini.

sumber: facebook

READ MORE- saya tak nak "hot" di dunia sebab takut "hot" diakhirat

ini teladan cintaku..

Ini kisah mereka.. kisah cinta yang insyaAllah membawa ke syurga.

Kata mak..

Mak abah berjumpa di program. (Mungkin tamrin sebenarnya) Program akhir tahun siswa siswi universiti.

Kata mak, ketika itu mak sedang menuruni tangga, dan terpandang abah. Itulah kali pertama mereka berjumpa mungkin. Cinta pandang pertama.

Mak muslimah yang solehah, beriman. Bertudung labuh dan berjubah lembut. Mak mempunyai wajah yang indah subhanAllah. Cantik dan menyenangkan. Mak pernah dipinang, malah beberapa kali. Alhamdulillah, mak senantiasa bergantung pada Allah. Setiap pinangan, mak akan istikharah. Pernah hadir sebuah pinangan untuk mak, yang mak istikharah ke atasnya. Dan kata mak..

"Mak mimpi mak pakai pakaian pengantin.. indah.. tapi mak pelik.. kenapa baju pengantin mak tak habis dijahit.. tak lengkap.."

Dan pinangan abah datang. Hadir, Seakan angin yang menyampaikan sinar bahagia yang menenangkan.. dan pada Allah, mak bergantung harap. Mak sekali lagi istikharah.

Dan Allah mengurniakan. Juga tanda dalam mimpi.

Mak lihat..

"Mak sembahyang,. mak solat.. dan abah.. abah yang menjadi imam.. abah yang menjadi pemimpin.."

Cerita mak sambil tersenyum..

Dengan redha, mak menerima, dengan cita-cita menjadi isteri yang solehah. Alhamdulillah.

Aku pernah melihat surat mak pada abah semasa pertunangan. Surat cinta dahulu kala. Aku tersenyum. Hehe. Membahagiakan. Aku pernah melihat buku haraki yang dihadiahkan mak pada abah, dengan kata-kata semangat seorang muslimah kepada mujahid. Agar terus tetap dalam perjuangan. Oh, bahagianya..

Mak selalu cerita tentang kenangan manisnya..

Dulu, ketika mak mengidam mengandungkan anak sulungnya, iaitu aku, mak pernah teringin untuk makan buah, dan abah belikan 2 bekas besar khas untuk mak. Ketika mak dalam pantang dan terasa meikmati keindahan minuman, abah hadir dengan satu jug besar. Cerita mak sambil tersenyum.

Dan begitulah abah, terlalu baik. Amat baik. Dan hidup mak senantiasa bersama abah.

Mak kadang-kadang sakit. Pernah mak pengsan dua kali. Pernah mak memasuki wad. Pernah kami sekeluarga mengalami detik-detik yang amat mensyahdukan. Abah pangku mak, dan abah menangis. Aku sebak melihat abah menangis. Dan aku tak pernah melihat abah menangis seperti itu sebelum ini. Dan abah, benar-benar menjaga mak dengan sepenuh jiwa dan raga.

Cerita mak..

Ketika sama-sama menunaikan haji. Ketika semua jemaah sudah pulang, abah masih belum pulang walaupun sudah 2 jam berlalu. Mak risau.

Dan kelihatan abah..

"Abang ke mana? Risaunya ani.."

"Abang buat tawaf, dua kali.. satu untuk abang, dan satu untuk ani.." kata abah sambil tersenyum.

Mak terharu, biasanya tawaf setengah jam. Tapi disebabkan ramai orang, jadi sejam. Dan abah sanggup buat untuk mak.

Abah dan mak selalu berlumba untuk beribadah..

"Abang buat solat sunat tasbih lagi banyak daripada ani.."

"Isk, ani tak boleh sembahyang boleh lah abang potong.."

Dan abah hanya ketawa.

Dalam sunat tasbih, dalam solat tahajjud, dan pelbagai perkara. Di rumah ada sebuah buku. Amalan harian di bulan ramadhan, amalan setiap hari. Dan abah dan mak selalu berebut untuk buku tersebut. Selalu bertukar tangan.

Pernah mak tanya,

"Abang suka ani marah-marah, tapi sihat ke.. atau ani diam, tapi ani sakit.."

"Tentulah abang suka ani sihat, walaupun marah-marah.." jawab abah..

Dan bila mak teringinkan sesuatu, abah akan usaha membahagiakan mak. Abah seorang tukang masak yang baik. Amat baik.

Dan abah selalu membanggakan mak.

Ke mana mak pergi, mak bangga bila orang berkata. Dan selalu berkata.

"Beruntung Ani dapat suami macam tu.."

Mak gembira.

Kadang-kadang mak pening kepala. Abah akan belai kepala mak. Bacakan ayat al-quran dengan penuh kasih sayang. Dan itu amat menenangkan mak..

Pernah mak berkata..
 
"Abah terlalu baik, amat baik.. Sehinggakan mak penah terfikir, jika abah mengimpikan untuk berkahwin baru. Mak akan izinkan, mak akan benarkan.. Abah terlalu baik, dan mak senantiasa inginkan kebahagiaan abah.."

Dan abah selalu membanggakan mak, hingga saat terakhir. Hingga abah kini,

Sudah tiada.

Pergi untuk bertemu cinta agungnya..

Abah membanggakan mak dengan senyuman manisnya walaupun abah sudah tiada. Senyuman yang meredakan tangisan kami. Abah membanggakan mak dengan pujian sahabat abah kepada jenazah.

Mak sedih, terlalu sedih. Mak peluk dan belai abah.

Ketika tangisan mak mereda. Mak berkata..

"Senyuman abah sinis, seperti senyumannya selalu untuk mengusik mak.."

Mak seakan tak lalu makan. Dan aku cuba menyuap. Mak menahan sambil menangis.

"Jangan suap mak, mak akan teringatkan abah.."

Mak tak boleh mendengar deringan telefon.

"Mak berharap sangat yang telefon tu abah.."

Mak terus menangis.. Sebentar mak tersenyum.

"Abah terlalu baik, sehinggakan nak mencari keburukan, susah sangat.. kecuali satu.. suara abah yang tak sedap.. Itupun mak rindukan sangat suara tu..." ujar mak..

Menarik nafas. Dalam. Amat dalam.

"Nadwan, mak perlu kuat kan? Sebab abah dah pergi dengan baik sangat. Jadi mak kena gembira. Mak kena gembira bila abah gembira. Abah, dah bahagia sangat hingga senyum begitu sekali. Mak juga nak jadi macam abah. Mesti abah dan dapat bidadari yang cantik-cantik kan?Agak-agak abah ingatkan mak lagi tak?.. "

Mak terus tersenyum.

"Mak nak buat ibadah banyak-banyak.. mak nak jadi macam abah.. mak nak masuk syurga sama-sama... sampai nanti.. insyaAllah.. mak nak jadi ketua bidadari untuk abah di syurga nanti..."

Dan hati seorang isteri terus tabah. Mendamba penuh harapan dalam tangisan penuh kerinduan..


sumber : facebook

READ MORE- ini teladan cintaku..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

hear me !!


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com